NUEVE 2012

Kami adalah Nueve, angkatan kesembilan di ma'had kami tercinta, Al Binaa Islamic Boarding School. Petualangan kami di Al Binaa berawal dari 15 Juli 2012. Kami terdiri dari 5 kelas, IX A sampai IX E, yang berjumlah sekitar 156 santri. Banyak prestasi dari Nueve yang diberikan kepada Al Binaa, diantaranya: STC Al Bayan 2015, BPNC IMS, Temu Kimia UNJ, MIPA Al Azhar 8 Kemang Pratama, Abatasa Kafila International Islamic School, Futsal se-jabodetabek ALCHEMIST, dll. Kami adalah peserta Mukhayyam Tarbawy IX. we're so proud of it. Stay tuned! FORZA NUEVE! Regards, Admin

Indonesia

Welcome to NUEVE
our unlimited creativity was here
NUEVE 2012
Al Binaa Islamic Boarding School

Search This Blog

29 March 2015

Mukhoyyam Tarbawy IX

By Hanif AG and Muhammad Rifqi Asyraf

"Siap, Semangat, Berani !” Itulah slogan penyemangat para santri peserta Mukhoyyam Tarbawy IX, yang biasanya diteriakkan apabila diucapkan kata “Mukhoyyam Tarbawy” oleh ustadz Alam Novian selaku lajnah (panitia) bagian lapangan di Mukhoyyam Tarbawy IX dan asatidzah yang lain.

Mukhoyyam Tarbawy, atau akrab disebut “MT” merupakan salah satu program inti pesantren. Program ini dikhususkan bagi para santri kelas Sembilan setiap tahunnya. Mukhoyyam Tarbawy dikoordinasi oleh asatidzah terpilih yang mengemban amanah dari Ma’had untuk membantu jalannya kegiatan Mukhoyyam Tarbawy. Alhamdulillah dengan izin Allah Al Binaa belum pernah absen dalam mengadakan kegiatan MT setiap tahunnya, dari awal Al Binaa berdiri yakni tahun 2004 sampai Mukhoyyam Tarbawy IX sekarang.

Mukhoyyam Tarbawy terdiri dari beberapa tahapan. Tahapan yang pertama adalah Pra – Mukhoyyam Tarbawy, kemudian acara inti Mukhoyyam Tarbawy itu sendiri, dan yang terakhir adalah kegiatan pasca Mukhoyyam Tarbawy. Seluruh rangkaian kegiatan ini telah dipersiapkan dengan matang oleh para panitia yang sudah sangat berpengalaman. Oleh sebab itu, para santri pun tidak menyia – nyiakan kesempatan emas untuk berpartisipasi dalam kegiatan Mukhoyyam Tarbawy IX.

Angkatan kami (angkatan Sembilan) melaksanakan kegiatan pra – MT selama kurang lebih empat bulan. Terhitung sejak pra – MT IX resmi dibuka oleh kepala SMP IT Al Binaa, ustadz Hasyim Nur hafidzahulloh pada 31 Agustus 2014, kami merasakan perubahan positif pada diri masing – masing ataupun angkatan kami. Pra – MT dilakukan rutin setiap malam Jum’at, Jum’at pagi, dan terkadang Ahad siang.
      
Dengan diadakannya kegiatan Pra – Mukhoyyam Tarbawy IX, kami sangat berterima kasih kepada Al Binaa dan juga para panitia, karena kami bisa mendapatkan pelajaran dan pengalaman baru dari setiap pertemuan. Pada 5 Desember  2014, setelah kurang lebih tiga bulan melaksanakan kegiatan Pra – MT, kami diberikan kehormatan oleh Ma’had untuk belajar baris – berbaris langsung dengan KORAMIL setempat. Di Pra – Mukhoyyam Tarbawy, kami mendapatkan beberapa tugas yang sangat inspiratif dan jarang ditemukan di sekolah – sekolah lain, seperti membantu membasmi jentik nyamuk, membuat poster ‘Mukhoyyam Tarbawy IX cinta Al Binaa’, memberikan sumbangan kepada saudara kita yang membutuhkan, membersihkan taman belakang kampus, latihan membangun tenda, pembelajaran managemen perjalanan, dan masih banyak lagi.

Ada yang istimewa dari Mukhoyyam Tarbawy IX, yaitu diadakannya apel pengukuhan bagi para panitia MT IX yang bertempat di Ruang Serba Guna 2 dan di hadiri oleh seluruh keluarga besar Al Binaa Islamic Boarding School. Mudirul Ma’had, ustadz Aslam Muhsin Abidin, Lc juga ikut berpartisipasi dalam acara ini dengan memberikan amanat yang sangat membangun. Setelah memberikan amanat, mudir memberikan tongkat komando Mukhoyyam Tarbawy kepada ustadz Indra Gunawan, S.Pd, selaku ketua panitia Mukhoyyam Tarbawy IX. Mudir juga menyematkan atribut kepanitiaan sesuai dengan jabatan masing – masing panitia. Tak lupa ketua panitia MT menyerahkan bendera Mukhoyyam Tarbawy IX kepada Dantim (komandan tim) Mukhoyyam Tarbawy IX, Muhammad Rifqi Asyraf.

Seusai melaksanakan Ujian Akhir Semester, seluruh santri Al Binaa pulang kerumah untuk libur semester ganjil. Sementara kami seluruh santri kelas Sembilan menetap di Al Binaa untuk menghabiskan sisa satu hari lagi Pra – Mukhoyyam Tarbawy IX. Tepat satu hari sebelum keberangkatan kami ke Garut, kami diberikan pengarahan tentang bagaimana cara ‘packing’ yang benar dan juga teknis keberangkatan esok hari. Sekitar pukul delapan malam, diadakan apel pelepasan untuk melepas keberangkatan para peserta dan panitia Mukhoyyam Tarbawy IX keesokan harinya.

Dengan membaca do’a safar dan mengharap ridho Allah Azza wa Jalla, pada 6 Januari 2015, kami berangkat dengan menaiki tiga bus Karunia Bhakti sekitar pukul 06.40 WIB. Alhamdulillah perjalanan menuju Bumi Perkemahan Cibeureum, Garut berjalan lancar, dan memakan waktu sekitar empat jam. Walaupun berjalan lancar, ada sedikit sedikit kendala disalah satu rombongan, yaitu bus yang ditumpangi kelompok 1-4 mengalami kerusakan, hingga harus menunggu selama satu jam untuk melanjutkan perjalanan.

Tracking dimulai sekitar pukul 10.15 WIB. Mula – mula seluruh peserta Mukhoyyam Tarbawy IX dikumpulkan oleh beberapa panitia di lahan kosong di pinggir jalan raya. Kelompok Tholhah bin Ubaidillah memulai pendakian, dan dilanjut dengan kelompok yang lain. Kelompok yang terakhir adalah kelompok Abdurrahman bin ‘Auf, dikarenakan bus yang mereka tumpangi bermasalah. Pada pendakian kali ini, kami menempuh jarak kurang lebih enam kilometer, dengan melewati enam pos. Dalam perjalanan mendaki ada beberapa teman kami yang tidak kuat lagi untuk melanjutkan pendakian, sehingga harus dibawa oleh tim penyapu dengan menggunakan mobil.

Kebanyakan dari teman kami tumbang dikarenakan mereka kurang persiapan, kurang fit, telat makan, dan juga asma kambuh. Perjalanan menghabiskan waktu sekitar lima jam untuk sampai di lokasi perkemahan Mukhoyyam Tarbawy. Untuk sampai di lokasi, kami harus berhati – hati agar tidak tersesat dengan memperhatikan tanda tali rapia merah yang diikat sepanjang jalur pendakian.

Lokasi pertama Mukhoyyam Tarbawy IX berada di tengah hutan pinus, dengan ukuran kavling tenda yang sempit. Awalnya kami sedikit kurang puas dengan lokasi ini, namun ada sebagian ustadz yang memberikan informasi bahwa esok hari kami akan pindah ke tempat kemah berikutnya, setelah acara Dauroh Tarbawiyah selesai.

Di hari pertama Mukhoyyam, hujan tidak berhenti mengguyur area perkemahan, hingga tanah menjadi lumpur yang membuat kami kurang leluasa melaksanakan berbagai macam kegiatan. Ketika sedang memasak, terdengar suara yang memecah keheningan malam. “Ada ular!!!” begitulah suara yang berasal dari kelompok Abdurrahman bin ‘Auf, hampir seluruh peserta dan panitia berkumpul di sumber suara. Didapatkan ular yang cukup panjang dan tidak terlalu berbisa. Ular itu pun segera dibunuh dan dibuang karena sangat membahayakan. Hari pertama berakhir dengan evaluasi malam yang ditemani dengan guyuran hujan, dan membahas tentang apa saja yang harus diubah dari angkatan Sembilan.

Kegiatan di hari ke dua Mukhoyyam Tarbawy IX diawali dengan shalat subuh berjama’ah pukul 05.30 WIB dengan cuaca yang sangat dingin. Diperkirakan suhu sekitar 13oC. Setelah shalat, kami diberi waktu kurang lebih dua jam untuk mempersiapkan sarapan, dan merapihkan segala perlengkapan. Sekitar pukul 08.30 WIB kami berbaris dan memulai tracking menuju lokasi kedua. Perjalanan kami tempuh dengan waktu dua jam dan melewati rute yang tidak terlalu berat. Sesampainya di lokasi ke dua, sekitar pukul 10.15, kami bergegas untuk melaksanakan apel pembukaan Mukhoyyam Tarbawy IX yang diarahkan oleh ust. Zuhdi Muslim dan dibuka langsung oleh ust. Aslam Muhsin. Apel berjalan dengan khidmat, lalu acara dilanjutkan dengan agenda memasang tenda dan mempersiapkan makan siang. Di lokasi kedua ini, kondisinya sangat berbeda dari lokasi sebelumnya. Fasilitas toilet yang lebih memadai dan juga tempatnya cukup luas, dilengkapi dengan penerangan di malam hari, cukup membuat kami nyaman melakukan segala aktifitas.

Waktu makan siang pun tiba, makan kali ini sangat special, dinamakan dengan ‘makan Mukhoyyam Tarbawy IX’. Makan MT IX dilaksanakan dengan tata cara yang tidak biasa. Digelarnya plastik secara memanjang, kemudian diletakkan makanan dari setiap kelompok, menjadikan makan siang di hari kedua ini menimbulkan sensasi yang luar biasa. Makan Mukhoyyam Tarbawy IX juga meningkatkan rasa kebersamaan kami, serta rasa bersyukur atas rezeki yang telah Allah Ta’ala limpahkan kepada kita semua. Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan menunaikan shalat Dzuhur dan Ashar berjama’ah yang di Jama’ Qashar diawal waktu.

Agenda berikutnya adalah penyampaian materi ke Al Binaa-an oleh ustadz Aslam Muhsin. Beliau menjelaskan kepada kami makna dari lambang Al Binaa, kami cukup bangga saat mendengarkan bahwa tujuan Al Binaa itu sangatlah mulia. Al Binaa bertujuan membentuk karakter santri yang tidak hanya pintar, namun juga baik agama dan kepribadiannya. Acara ini diakhiri dengan pembagian hadiah oleh ustadz Alam berupa uang sejumlah Rp500.000,- yang jatuh ke kelompok Khalid bin Walid karena dapat menjelaskan ulang perihal lambang Al Binaa. Dan juga salah satu editor majalah Al Binaa yaitu ustadz Rafael Afriyanto mendapat hadiah sebesar Rp250.000,-. Acara pun selesai sekitar pukul setengah empat sore.

Setelah pemataran materi, agenda berikutnya adalah lomba tarik tambang. Lomba berjalan dengan seru, tarik tambang antar regu dan juga ada antar panitia. Lomba di hari kedua ini dimenangkan oleh kelompok Utsman bin Affan. Setelah acara tarik tambang, ada penilaian kerapihan tenda oleh para panitia. Kerapihan dilihat dari segi kokoh tidaknya tenda dan isi di dalamnya, apakah rapih atau tidak. Setelah shalat Maghrib dan Isya, kami mempersiapkan energi untuk acara besar malamnya. Seusai makan malam dengan masing – masing kelompok, Dantim meniupkan peluit dengan nada panjang. Hal ini menandakan bahwa kami harus segera berkumpul did alam tenda pleton. Di dalam tenda pleton kami disuguhi sebuah video menarik yang berbahasa Arab. Video ini diterjemahkan oleh ustadz Andi Ahmad, dan ternyata merupakan video renungan tentang ibunda, dan video ini sangat mengharukan dan membuat kami semakin saying kepada ibunda kami.

Pemutaran video selesai sekitar pukul 21.30, kemudian acara dilanjutkan dengan diperintahkannya kami untuk masuk kedalam tenda masing – masing dengan menggunakan sepatu, dan juga disertai dengan dipadamkannya seluruh penerangan di area perkemahan. Satu persatu kelompok di panggil untuk keluar tenda dan menghadap kepada ustadz Alam Novian dengan membawa dua senter sebagai bekal penerangan selama kegiatan berlangsung. Bersama ustadz Alam, kami diinstruksikan untuk terus berjalan melewati jalur yang sedikit menanjak, masuk ke hutan dan melewati beberapa pos. Tak lupa kami juga diberikan selembar kertas untuk membuat kesimpulan dari kegiatan kami pada malam kedua ini.

Perjalanan pun dimulai, diawali dengan melintasi jalan berbatu yang menanjak disertai suasana sekitar yang gelap gulita tanpa penerangan kecuali dari dua senter yang setiap kelompok bawa. Di atas telah menunggu ustadz Wawanto dan ustadz Irfan, yang akan memberikan nasihat serta renungan kepada setiap kelompok tentang betapa sulitnya seorang ibu ketika sedang mengandung anaknya. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang berlumpur. Dari kejauhan terlihat cahaya senter berwarna merah yang menandakan bahwa pos selanjutnya berada disumber cahaya tersebut. Dari arah cahaya telah menanti ustadz Harianto bersama ustadz Zuhdi. Setelah melewati pos tersebut, tiba tiba kami dikejutkan dengan keluarnya dua orang ustadz dari semak- semak, yang kemudian menunjukkan arah mana yang harus kami tempuh.
   
Satu per satu pos telah dilewati dengan baik, acara pun berjalan dengan lancar dan berakhir pukul satu pagi, karena kelelahan seluruh santri peserta MT langsung beristirahat dalam tenda masing – masing. Keesokan harinya, seluruh peserta dan lajnah Mukhoyyam Tarbawy IX melakukan kegiatan seperti biasa yaitu shalat shubuh dan sarapan pagi. Pada hari ketiga ini kami melakukan olahraga pagi, seperti push up, pleng, jogging, seat up dan sebagainya. Setelah olahraga pagi kami melaksanakan outbond yang bertempat di lahan kosong di belakang area camp kami. Kegiatan outbond  diawali dengan satu per satu anggota MT IX disuruh untuk merangkak di lumpur, sampai tubuhnya terselimuti oleh lumpur. Permainan outbond yang telah disediakan oleh panitia pun sangat beragam, seperti berjalan di atas bambu, bergelantungan di tambang, speech English, bambu gila, tiup balon, merangkai kata, dan masih banyak lagi yang menarik.

Sementara kami outbond, satu orang perwakilan dari masing – masing kelompok pergi keluar area perkemahan menuju ke daerah – daerah sekitar Cibeureum untuk melaksanakan kegiatan ‘Kafilah Dakwah’. Kafilah Dakwah adalah bagian dari kegiatan Mukhoyyam Tarbawy IX, yang dimana dipilih satu orang perwakilan dari setiap kelompok yang diberikan tugas untuk mengajar siswa – siswi Sekolah Dasar di sekitar Bumi Perkemahan Cibeureum. Mereka berangkat sekitar pukul 12 siang, dan didampingi oleh ustadz Zaenal Abidin, Lc dengan menggunakan mobil elf Al Binaa. Outbond berakhir pukul dua siang dan dilanjutkan dengan Shalat berjama’ah disertai makan siang dengan makan Mukhoyyam Tarbawy seperti hari kedua.

Dikarenakan seluruh peserta Mukhoyyam Tarbawy IX kelelahan, maka panitia berbaik hati dengan memberikan waktu istirahat selama satu jam. Setelah beristirahat, agenda dilanjutkan dengan games yang lebih beragam dan menarik dari hari sebelumnya, yaitu egrang, ekor naga, dan estafet bamboo. Pada games kali ini, kami disuruh oleh para Asatidz untuk mendukung salah satu tim yang sedang berlomba. Apabila tim yang di dukung tersebut kalah, maka para pendukungnya disiram dengan air dingin, kegiatan tersebut dirasakan memiliki sensasi yang amat seru bagi kami para peserta MT IX.

Waktu pun berlalu dengan cepat, hari sudah menjelang malam, maka kami segera bergegas untuk melaksanakan sholat Maghrib dan Isya’ yang dilaksanakan dengan Jama’ Taqdim. Setelah sholat, kami menyantap makan malam dan dilanjutkan dengan diperintahkannya seluruh santri untuk masuk kedalam tenda pleton untuk melaksanakan agenda selanjutnya. Agenda ali ini dinamakan malam Musyawarah MT IX, acara ini tidak dipimpin oleh para Lajnah MT IX, namun dipimpin oleh seorang santri, yang dipilih berdasarkan kemampuan untuk memimpin jalannya musyawarah.

Ternyata yang terpilih adalah Muhammad Fakhrul Azzam, yang tidak lain adalah adik kandung dari ketua Jamthol, Al Akh Irsyad Husnul Hidayat. Azzam pun memulai diskusi dengan membahas kekompakan angkatan kami, namun kepemimpinan Azzam tidak bertahan lama dan akhirnya diganti oleh Dantim, Muhammad Rifqi Asyraf. Diskusi dilanjutkan dan banyak perdebatan yang terjadi antara kami, para santri dan para panitia. Hingga akhirnya, terjadilah konflik antara ketua musyawarah dengan para panitia yang menyebabkan bendera MT IX dibakar dan ternyata hal itu hanyalah skenario untuk mempersatukan angkatan kami.

Malam itu adalah malam yang paling berkesan bagi kami, apalagi ditambah suasana sekitar yang mendukung untuk melakukan renungan, acara ini selesai pukul 01.30 WIB. Karena kondisi kami sudah sangat lelah, akhirna kami langsung beranjak ke tenda untuk tidur.

Keesokan harinya, yaitu hari keempat, kami melakukan kegiatan normal seperti hari hari sebelumnya seolah olah tidak ada apa apa pada malam sebelumnya. Pada hari itu kami banyak sekaqli kegiatan, mulai dari melanjutkan games hingga berenang di kawasan Darajat Pass. Games yang diadakan oleh panitia pada hari itu tidak banyak karena hanya melanjtkan games yang telah lalu. Games punselesai pukul 13.00 WIB. Seperti biasanya kami menunaikan shalat berjamaah. Pada pukul 14.00, akhirnya waktu yang kami tunggu tunggu tiba, yaitu berenang. Kami pergi ke kolam renang dengan menaiki 2 truk besar dan 1 pick up kecil, mungkin untuk sebagian angkatan kami, hal ini adalah yang pertama kali.

Perjalanan dari bumi perkemahan menuju kolam renang di daerah Darajat berakhir pukul 15.00, dan kami langsung menceburkan diri kedalam kolam renang air panas. Di kolam renang, kami bermain ember tumpah dan lomba renang. Selama MT, hari itu adalah hari yang sangat menyenangkan dan berkesan. Berenangpun selesai pukul 17.30 dan kami langsung pulang menuju bumi perkemahan untuk segera menunaikan sholat maghrib berjamaah. Pada malah harinya, kami mengadakan bakar bakaran ayam, karena malam itu adalah malam terakhir.

Keeseokan harinya, kami bersiap siap untuk segera pulang menuju Al Binaa kemudian pulang menuju rumah masing masing. Pengalaman Mukhayyam Tarbawy merupakan pengalaman yang paling berkesan dan bermanfaat bagi kami. Mungkin tidak untuk sekarang sekarang ini, namun insya Allah bermanfaat di masa depan nanti.

0 komentar:

Tolong beri komentar yang membangun
Agar bisa berpengaruh lebih baik lagi kepada angkatan kami. NUEVE


@nueve_official
#NUEVE #AIBS