Saudaraku seiman. Ketahuilah! Semua hal yang Allah karuniakan kepada hamba hamba-Nya yang mu’min, merupakan faktor pendorong untuk mencintai-Nya. Baik perkara tersebut disukai maupun dibenci oleh seorang hamba.
Pemberian, pencegahan, keselamatan,
cobaan, keadilan, karunia, kematian, kehidupan, kasih sayang, kebaikan, rahmat,
pemaafan, santunan, kesabaran-Nya atas perilaku hamba, pengabulan-Nya terhdap
doa hamba, dan pertolonganNya terhadap kesusahan parah hamba meskipun Dia tidak
membutuhkan mereka. Bahkan Dia Mahakaya dan tidak butuh terhadap sesuatu pun
dari segala sisi.
Terlebih lagi, Dia membiarkan, menutupi,
dan menjaga hamba ketika berbuat maksiat, sampai-sampai ketika hamba tersebut
menggunakan nikmat nikmat Allah untuk bermaksiat kepadaNya.
Padahal, sekiranya seseorang berbuat
sebagian kecil dari perkara diatas kepada sesama hamba, tentu hamba tersebut
tidak mampu mengendalikan hatinya untuk mencintai orang tadi.
Berdasarkan penjelasan tersebut,
bagaimana mungkin seorang hamba tidak cinta dengan sepenuh hati dan anggota
tubuhnya kepada Dzat yang senantiasa berbuat baik kepadanya, sementara ia
justru berbuat buruk kepada-Nya? KebaikanNya selalu turun kepada hamba,
sedangkan keburukan hamba selalu naik kepadaNya.
Dia mencintai hamba dengan memberikan
nikmat kepadanya, padahal Dia sama sekali tidak membutuhkan hamba tersebut.
Sebaliknya, hamba tersebut membuat-Nya murka dengan kemaksiatan, padahal dia faqir
kepadanya.
Kebaikan dan nikmat-Nya tidak menghalangi
para hamba untuk berbuat durhaka kepada-Nya.
Demikian pula, kemaksiatan dan kerendahan
hamba tidak memutuskan kebaikan Rabb Tabaraka wa Ta’ala kepadanya.
Mungkinkah seorang hamba tidak malu terhadap Rabb dalam keadaan yang demikian, yaitu tatkala dia justru
berpaling dari-Nya dan hatinya tenggelam dengan mencintai selain-Nya?
Saudaraku seiman. Allah menciptakanmu
untuk diri-Nya. Dia menciptakan segala sesuatu untukmu di dunia dan akhirat.
Jadi siapakah yang lebih utama daripadaNya untuk dicintai dengan sebenar-benarnya
dan digapai keridhaan-Nya?
Segala tuntutanmu. Bahkan tuntutan
seluruh makhluk, berada di sisi-Nya. Dialah Dzat yang Maha Pemurah.
Dia memberi hamba-Nya sebelum ia meminta dengan pemberian yang jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang diharapkan.
Tidaklah suatu pendengaran melalaikan-Nya
dari pendengaran lainnya. Dia tidak dibuat susah oleh banyaknya permintaan dan
tidak bosan oleh sikap memelas hamba-Nya dalam doa.
Bahkan, Dia mencintai hamba yang memlas dalam doanya.
Dia sangat suka diminta dan justru murka
jika tidak diminta.
Dia malu terhadap hamba-Nya, padahal
hamba-nya tidak malu dari-Nya. Dia menutup aib hamba-Nya, padahal hamba
tersebut tidak menutup aibnya sendiri. Dia mengasihani hamba-Nya, padahal hamba
tersebut tidak mengasihani dirinya sendiri.
Dia menyeru hamba kepada kenikmatan dan
kebaikan-Nya, serta mengajaknya kepada kemuliaan dan keridhaan-Nya, tetapi
hamba tersebut enggan.
Saudaraku seiman. Allahlah yang paling berhak disebut,
disyukuri, disembah dan dipuji. Dialah yang Maha Melihat untuk digapai,
Mahabelas kasih untuk dimiliki, Yang paling dermawan untuk diminta, Yang paling
luas pemberiannya, Maha Penyanyang untuk dimintakan rahmat, Mahamulia untuk
dituju, Mahaperkasa untuk bersandar, dan Mahamencukupi untuk bertawakkal.
Dialah Maharaja, yang tidak ada sekutu
bagi-Nya. Maha Esa, tidak ada tandingan untuk-Nya. Segala sesuatu akan binasa
kecuali Allah. Tidak ada yang diaati, melainkan dengan izin-Nya. Dan tidak ada
yang didurhakai melainkan dengan ilmu-Nya. Dia diaati. Dia didurhakai, namun tetap
memberikan ampunan. Dia memberikan maaf walaupun hak-Nya disia-siakan.
Dialah saksi yang paling dekat dan
penjaga yang paling mulia. Dialah yang paling menepati janji dan paling
menegakkan keadlian. Dia membatasi jiwa, memegang ubun ubun, menetapkan akibat
semua perbuatan, serta menutup ajal makhluknya. Semua hati tertuju kepada-Nya.
Di sisi-Nya rahasia menjadi terang terangan dan perkara ghaib menjadi
terungkap.
Segala sesuatu mengadu kepada-Nya. Semua
wajah mengharapkan wajah-Nya. Seluruh akal tidak mampu mengetahui hakikat-Nya.
Fitrah dan dalil lainnya menunjukkan bahwa tidak mungkin ada yang
menyerupai-Nya. Dengan cahaya wajah-Nya, teranglah seluruh kegelapan, langit,
bumi dan keadaan seluruh makhluk menjadi baik.
Dia tidak tidur dan memang tidak layak
untuk tidur. Dia menurunkan dan meninggikan neraca keadilan. Diangkat
kepada-Nya amal malam hari sebelum siang hari, serta amal siang hari sebelum
malam hari. Hijab-Nya adalah cahaya. Yang sekiranya disingkap, pasti cahaya
wajah-Nya membakar seluruh makhluk yang tersingkap oleh-Nya.
tidaklah orang yang mencintai selain-Nya
mendapatkan pengganti meskipun ia memiliki segalanya












0 komentar:
Tolong beri komentar yang membangun
Agar bisa berpengaruh lebih baik lagi kepada angkatan kami. NUEVE
@nueve_official
#NUEVE #AIBS