NUEVE 2012

Kami adalah Nueve, angkatan kesembilan di ma'had kami tercinta, Al Binaa Islamic Boarding School. Petualangan kami di Al Binaa berawal dari 15 Juli 2012. Kami terdiri dari 5 kelas, IX A sampai IX E, yang berjumlah sekitar 156 santri. Banyak prestasi dari Nueve yang diberikan kepada Al Binaa, diantaranya: STC Al Bayan 2015, BPNC IMS, Temu Kimia UNJ, MIPA Al Azhar 8 Kemang Pratama, Abatasa Kafila International Islamic School, Futsal se-jabodetabek ALCHEMIST, dll. Kami adalah peserta Mukhayyam Tarbawy IX. we're so proud of it. Stay tuned! FORZA NUEVE! Regards, Admin

Indonesia

Welcome to NUEVE
our unlimited creativity was here
NUEVE 2012
Al Binaa Islamic Boarding School

Search This Blog

23 April 2016

Antara Allah dan Hamba-Nya



Saudaraku seiman. Ketahuilah! Semua hal yang Allah karuniakan kepada hamba hamba-Nya yang mu’min, merupakan faktor pendorong untuk mencintai-Nya. Baik perkara tersebut disukai maupun dibenci oleh seorang hamba.

Pemberian, pencegahan, keselamatan, cobaan, keadilan, karunia, kematian, kehidupan, kasih sayang, kebaikan, rahmat, pemaafan, santunan, kesabaran-Nya atas perilaku hamba, pengabulan-Nya terhdap doa hamba, dan pertolonganNya terhadap kesusahan parah hamba meskipun Dia tidak membutuhkan mereka. Bahkan Dia Mahakaya dan tidak butuh terhadap sesuatu pun dari segala sisi.

Terlebih lagi, Dia membiarkan, menutupi, dan menjaga hamba ketika berbuat maksiat, sampai-sampai ketika hamba tersebut menggunakan nikmat nikmat Allah untuk bermaksiat kepadaNya.

Padahal, sekiranya seseorang berbuat sebagian kecil dari perkara diatas kepada sesama hamba, tentu hamba tersebut tidak mampu mengendalikan hatinya untuk mencintai orang tadi.

Berdasarkan penjelasan tersebut, bagaimana mungkin seorang hamba tidak cinta dengan sepenuh hati dan anggota tubuhnya kepada Dzat yang senantiasa berbuat baik kepadanya, sementara ia justru berbuat buruk kepada-Nya? KebaikanNya selalu turun kepada hamba, sedangkan keburukan hamba selalu naik kepadaNya.

Dia mencintai hamba dengan memberikan nikmat kepadanya, padahal Dia sama sekali tidak membutuhkan hamba tersebut. Sebaliknya, hamba tersebut membuat-Nya murka dengan kemaksiatan, padahal dia faqir kepadanya.

Kebaikan dan nikmat-Nya tidak menghalangi para hamba untuk berbuat durhaka kepada-Nya.

Demikian pula, kemaksiatan dan kerendahan hamba tidak memutuskan kebaikan Rabb Tabaraka wa Ta’ala kepadanya.

Mungkinkah seorang hamba tidak malu terhadap Rabb dalam keadaan yang demikian, yaitu tatkala dia justru berpaling dari-Nya dan hatinya tenggelam dengan mencintai selain-Nya?

Saudaraku seiman. Allah menciptakanmu untuk diri-Nya. Dia menciptakan segala sesuatu untukmu di dunia dan akhirat. Jadi siapakah yang lebih utama daripadaNya untuk dicintai dengan sebenar-benarnya dan digapai keridhaan-Nya?

Segala tuntutanmu. Bahkan tuntutan seluruh makhluk, berada di sisi-Nya. Dialah Dzat yang Maha Pemurah.

Dia memberi hamba-Nya sebelum ia meminta dengan pemberian yang jauh lebih baik dibandingkan dengan apa yang diharapkan.

Tidaklah suatu pendengaran melalaikan-Nya dari pendengaran lainnya. Dia tidak dibuat susah oleh banyaknya permintaan dan tidak bosan oleh sikap memelas hamba-Nya dalam doa.

Bahkan, Dia mencintai hamba yang memlas dalam doanya.

Dia sangat suka diminta dan justru murka jika tidak diminta.

Dia malu terhadap hamba-Nya, padahal hamba-nya tidak malu dari-Nya. Dia menutup aib hamba-Nya, padahal hamba tersebut tidak menutup aibnya sendiri. Dia mengasihani hamba-Nya, padahal hamba tersebut tidak mengasihani dirinya sendiri.

Dia menyeru hamba kepada kenikmatan dan kebaikan-Nya, serta mengajaknya kepada kemuliaan dan keridhaan-Nya, tetapi hamba tersebut enggan.

Saudaraku seiman. Allahlah yang paling berhak disebut, disyukuri, disembah dan dipuji. Dialah yang Maha Melihat untuk digapai, Mahabelas kasih untuk dimiliki, Yang paling dermawan untuk diminta, Yang paling luas pemberiannya, Maha Penyanyang untuk dimintakan rahmat, Mahamulia untuk dituju, Mahaperkasa untuk bersandar, dan Mahamencukupi untuk bertawakkal.

Dialah Maharaja, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Maha Esa, tidak ada tandingan untuk-Nya. Segala sesuatu akan binasa kecuali Allah. Tidak ada yang diaati, melainkan dengan izin-Nya. Dan tidak ada yang didurhakai melainkan dengan ilmu-Nya. Dia diaati. Dia didurhakai, namun tetap memberikan ampunan. Dia memberikan maaf walaupun hak-Nya disia-siakan.

Dialah saksi yang paling dekat dan penjaga yang paling mulia. Dialah yang paling menepati janji dan paling menegakkan keadlian. Dia membatasi jiwa, memegang ubun ubun, menetapkan akibat semua perbuatan, serta menutup ajal makhluknya. Semua hati tertuju kepada-Nya. Di sisi-Nya rahasia menjadi terang terangan dan perkara ghaib menjadi terungkap.

Segala sesuatu mengadu kepada-Nya. Semua wajah mengharapkan wajah-Nya. Seluruh akal tidak mampu mengetahui hakikat-Nya. Fitrah dan dalil lainnya menunjukkan bahwa tidak mungkin ada yang menyerupai-Nya. Dengan cahaya wajah-Nya, teranglah seluruh kegelapan, langit, bumi dan keadaan seluruh makhluk menjadi baik.

Dia tidak tidur dan memang tidak layak untuk tidur. Dia menurunkan dan meninggikan neraca keadilan. Diangkat kepada-Nya amal malam hari sebelum siang hari, serta amal siang hari sebelum malam hari. Hijab-Nya adalah cahaya. Yang sekiranya disingkap, pasti cahaya wajah-Nya membakar seluruh makhluk yang tersingkap oleh-Nya.

tidaklah orang yang mencintai selain-Nya
mendapatkan pengganti meskipun ia memiliki segalanya




0 komentar:

Tolong beri komentar yang membangun
Agar bisa berpengaruh lebih baik lagi kepada angkatan kami. NUEVE


@nueve_official
#NUEVE #AIBS