Oleh: Rasheed Kevin -yuhibbuhullah wa yardhahu-
Kiamat. Siapa yang tidak tahu tentang hal ini. Akhir dunia.
Kehancuran. Hari pembalasan.Hari kebangkitan. Dan masih banyak lagi kata kata
yang dapat menjelaskan hari kiamat.
Kiamat adalah hari dimana dunia dilenyapkan. Dan seluruh
manusia ditidurkan sementara. Lalu dibangkitkan kembali untuk dihisab amal
perbuatannya, dan diminta seluruh pertanggung jawabannya dari setiap jiwa.
Allah ta’ala pun memberi kabar tentang hal ini. Tak hanya
satu ayat ataupun dua ayat. Bahkan Allah mengkhususkan beberapa surat untuk
mengabarkan dan menggambarkan tentang hari kiamat. Sebegitu besar perhatian Allah
terhadap kita sebagai hambaNya untuk hari kiamat. Tapi, apakah sebanding dengan
perhatian kita terhadap hari kiamat? Tidak! Sama sekali tidak bisa kita
bandingkan. Lihatlah sekeliling kita. jauh jauh, di kalangan santri saja;
sebagai harapan umat Islam, yang hidup dalam tembok menjulang tinggi, masih
banyak yang tidak berpegang teguh pada prinsip kaum orang orang mu’min.
Kemaksiatan dimana mana. Kurangnya amr ma’ruf nahi munkar. Dan masih banyak keburukan keburukan
lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Lantas, siapakah yang
bertanggung jawab akan kerusakan kerusakan di
muka bumi ini? Siapakah yang seharusnya bertindak sebagai “SUPER HERO” terhadap segala kekacauan
ini? Siapakah yang memiliki andil besar dalam perbaikan dalam segala kerusakan
ini? Jawabannya sangat jelas, wahai saudaraku. Tidak lain dan tidak bukan
adalah kita sendiri sebagai thalibul
‘ilmi, yang menuntut ilmu agama Allah. Lalu, apa yang semestinya kita
lakukan? Mari kita mulai dari sekarang memperbaiki segala kerusakan sebelum ARMAGEDDON atau hari kiamat itu kian
mendekat.
Maka, selama jantung masih berdetak. Selama darah masih
mengalir. Selama matahari masih terbit dari arah timur. Bertaubatlah wahai
saudaraku, wahai pemuda yang dirahmati Allah. Sesungguhnya ampunan Allah itu
masih terbuka lebar bagi hamba-hambaNya yang mau bertaubat. Tinggalkanlah segala
bentuk kemaksiatan. Dalam syair disebutkan:
كيـــــف
تظن أعمـــــــــالك مشــيـــــــــــــدة
وأنـــــــــــــت
تعـــلم أنــــــــــــــــــــــها مكيــــــــــــــــــــــــــــــدة
Terlepas dari itu semua, apakah kalian tahu? Bahwa sudah banyak
tanda tanda kiamat yang muncul di era modern ini. Kita harus mengetahuinya. Dan
sudah sepatutnya kita ketahui. Nabi kita, Muhammad –alaihish sholatu wassalam-
banyak bersabda mengenai hal ini.
Rasulullah
–alaihish sholatu wassalam- menyinggung mengenai tanda tanda hari kiamat. Seperti manusia berlomba lomba
dalam meninggikan bangunan; dan sudah terjadi di kota yang paling dicintai oleh
Allah dan Nabi kita, Al Haram Al Makkiy. Kemaksiatan merajalela, dan diangkatnya ilmu
dengan cara diwafatkannya para ulama kita –rahimahumullahu
ta’ala-.
Beliau –alaihish sholatu wa
sallam- mengabari kita, bahwa jarak antara diutusnya beliau dan hari kiamat
bagaikan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Saudaraku seiman. Mari kita renungkan. Mungkin kita menyangkal
maksud dua jari yang ditunjukkan oleh beliau. Jarak antara kedua jari ini
sangat dekat. Tetapi sudah 14 abad berlalu sejak diutusnya Nabi kita yang
mulia, kiamat juga belum terjadi. Ketahuilah wahai saudaraku. Arti dari jarak
disini bukan menurut ilmu manusia. Tapi dekat menurut ilmu Allah. Kita sebagai
hambaNya hanya bisa berserah dri dan bertawakkal kepada sang Khaliq.












0 komentar:
Tolong beri komentar yang membangun
Agar bisa berpengaruh lebih baik lagi kepada angkatan kami. NUEVE
@nueve_official
#NUEVE #AIBS